Kaidah Coaching Hubungan Industrial (12): Isi Pikiran Diwakili Perilaku

Tanggal .

Saat kita berupaya untuk memahami apa isi pikiran seseorang (realita seseorang), informasi utama yang paling mewakili adalah perilakunya. Isi pikiran dan perilaku ibarat teko minuman dan isinya. Teko berisi kopi akan keluar kopi. Bagaimana Anda memahaminya selama ini?

Perilaku yang dapat dipakai sebagai informasi utama diantaranya adalah postur tubuh, gerakan tangan, roman muka, tinggi rendahnya suara, keras lemahnya volume suara, gerakan bola mata dan sebagainya. Kita berkomunikasi, pesan yang dikirm seseorang merupakan satu paket antara bahasa verbal dan non-verbalnya.

Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dari pesan komunikasi yang diseberangkan seseorang, sampai Anda melihat keseluruhan faktanya. Usahakan untuk bertemu secara fisik langsung, daripada komunikasi lewat email, sms, whatsapp dan sebagainya. Pertemuan secara langsung akan mengurangi dampak kesalahpahaman yang tidak kita inginkan.

Contoh aplikasi kaidah ini dalam dunia hubungan industrial misalnya:

  1. Mendengarkan pernyataan para pihak tidak hanya dari pernyataannya, tetapi perhatikan juga bahasa non-verbal.
  2. Pada saat Anda berkomunikasi gunakan bahasan non-verbal yang mendukung.
  3. Mengklarifikasi bahasa non-verbal yang ditunjukkan. Contoh: “Saat Anda mengatakan bahwa usulan yang disampaikan telah dipertambangkan masak-masak, suara Anda melemah, mata Anda tidak fokus dan roman muka Anda mengisyaratkan keraguan, apa yang sedang Anda pikirkan?”
  4. Saling mengklarifikasi bahasa non-verbal, memudahkan membangun kepercayaan dan chemistry.

Semoga bermanfaat