Kaidah Coaching Hubungan Industrial (16): Penyelarasan Pikir-Rasa-Ucap-Laku Melepaskan Resistensi

Tanggal .

Resistensi dalam bentuk penolakan atau ketidaksetujuan, hanya terjadi saat para pihak berada di dua dunia internal yang berbeda. Ketrampilan dan kerelaan para pihak untuk memasuki dunia internal pihak lain dan memahaminya, akan mengeliminasi resistensi dan mengubahnya menjadi persetujuan dan penerimaan.  Bagaimana Anda memahami resistensi, ketidaksetujuan dan penolakan selama ini? Bagaimana Anda memahami penyamaselarasan?

Manusia memiliki maksud dan tujuan positif, saat menolak sesuatu yang ditawarkan atau diusulkan kepadanya. Itu merupakan mekanisme alamiah untuk bertahan dan menyelamatkan diri. Ketika seseorang merasakan sebuah tawaran/usulan akan berpotensi membahayakan dirinya, menyulitkan hidupnya, membuat tidak nyaman dan tidak sesuai dengan belief & valuenya, maka dia akan resisten, tidak setuju dan menolak.

Sesuatu yang asing dan baru, biasanya akan dianggap membahayakan sampai dipahami secara utuh makna dan pengaruhnya. Sampai kedua dunia internal tersebut menyatu satu sama lain. Dua manusia yang belum saling kenal, akan saling membiarkan dan saling curiga, sampai mereka sampai mengenal dan saling menyesuaikan dunia internal mereka masing-masing.

Bagaimana cara memahami dan menyesuaikan dunia internal orang lain? Dan kemudian masuk ke dalamnya?

Manusia adalah makhluk kesatuan pikir-rasa-ucap-laku. Dengan demikian pintu masuk ke dalam dunia internal seseorang dapat dilakukan melalui pendekatan-penyesuaian pikir, rasa, ucap dan laku. Di dalam dunia komunikasi dan coaching, metode ini disebut dengan pacing (menyamaselaraskan dinamika komunikasi). Ada pacing pikir, rasa, ucap dan laku. Pacing pikir adalah memahami, menghargai dan mengakui konsep-konsep, ide-ide dan buah pikiran orang lain, termasuk belief, values, keputusan, cara pandang, dsb. Pacing rasa adalah menyamaselaraskankan rasa kita dengan rasa orang lain. Pacing ucap adalah menyamasesuaikan ucapan kita dengan ucapan orang lain. Pacing laku adalah menyamaselaraskan perilaku kita dengan perilaku orang lain.

Dengan penyamaselarasan ini, maka makin lama dua dunia internal akan berimpit menjadi satu, saling menyamakan diri dan akhirnya benar-benar menjadi satu. Sebuah situasi di mana ketidaksetujuan, penolakan dan resistensi tidak pernah ada. Sebaliknya yang ada adalah keselalusetujuan dan keselaluterimaan.

Dalam dunia hubungan industrial, contoh-contoh aplikasi kaidah ini adalah:

  1. Ketika melihat tanda-tanda ketidaksetujuan, segera lakukan pacing (penyamaselarasan pikir-rasa-ucap-laku).
  2. Saat mendapatkan penolakan, sadari bahwa setiap manusia memiliki maksud dan tujuan positif saat menolak sesuatu dan segera lakukan pacing.
  3. Lakukan pacing di setiap kesempatan komunikasi yang ada dan tersedia, dan Anda akan mendapatkan kualitas komunikasi dan hubungan tingkat tinggi, bebas resistensi.
  4. Lakukan latihan rutin. Pacing adalah ketrampilan teknis yang perl dilatih secara terus menerus. Semakin sering berlatih, ketrampilan Anda akan semkin meningkat.