KELUARGA SEBAGAI RAHIM KEDUA

Tanggal .

Masa keemasan hampir setiap manusia terjadi di keluarga. Dari masa kecil, remaja, permulaan dewasa hingga menjelang berkeluarga. Suka cita dan duka nestapa di masa-masa itu menjadi nostalgia indah masa kini.


Jutaan peristiwa yang terjadi di bahtera keluarga yang bernakhodakan Ayah Bunda kita, mengkristal menjadi nilai-nilai dan keyakinan yang terbawa sampai saat ini. Bahkan selera atas makanan kita pun, banyak dipengaruhi kebiasaan-kebiasaan masa kecil.

Keluarga sungguh menjadi rahim kedua, yang membentuk karakter dan kompetensi-kompetensi dasar kehidupan kita. Kalimat-kalimat Ayah menjadi filosofi. Kalimat Bunda menjadi petuah-petuah sakti.


Gaya berpikir, mempertimbangkan, memilih, berargumentasi, memutuskan dan menyimpulkan kita, sangat berhubungan dengan tradisi-tradisi keluarga yang dilakukan oleh Ayah, Bunda atau Kakak.


Gaya kita merasakan, berempati, menghargai orang lain, menikmati keindahan, kelezatan dan kebahagiaan, dipengaruhi oleh praktek-praktek yang ditunjukkan orang tua kita.


Gaya berucap kita pun tidak jauh-jauh dari Ayah atau Bunda kita.


Gaya berperilaku kita pun juga akhirnya sebelas dua belas dengan kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di keluarga.


Betapa keluarga menjadi cetakan pikir, rasa, ucap dan laku kita yang paling dominan. Baik disadari atau tidak.


Waktu terus bergulir dan saatnya sekarang tiba saatnya, kita berganti peran menjadi Ayah dan Bunda di keluarga kita.


Kebiasaan-kebiasaan yang kita bangun bersama pasangan kita, akan menjadi rahim kedua bagi Putra-Putri kita.


Saat ini adalah masa keemasan untuk merancang masa keemasan terbaik bagi Anak-Anak kita.


Coaching adalah salah satu media yang dapat dipakai dalam mendisain nilai, keyakinan dan akhlaq. Coaching mampu memberdayakan. Membentengi Anak-Anak dari pengaruh kurang positif  lingkungan tumbuh di luar keluarga.


Coaching memfasilitasi Putra-Putri kita mengakses Genius Diri dan beraktualisasi tanpa batas. Coaching mengantarkan Putra-Putri kita berprestasi tidak hanya dari sisi kognitif, namun juga dari sisi afektif, verbal dan kinestetik.


Coaching dapat membantu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual Putra-Putri Anda.


KABAR GEMBIRA …


Bagi Para Sahabat yang PEDULI, pada perancangan periode tumbuh PREMIUM bagi Putra-Putrinya, silakan bergabung dengan Pelatihan-Pelatihan Coaching Meta Inovasi.

Sumber:

Mohammad Utoro